Oleh:
Muhammad Mahrus
Kali ini Gus
Zaki tampak termenung sendiri, seperti biasa. Sementara aku sendiri belum
berani menanyakan sesuatu perihal diamnya itu. Aku hanya berusaha sesabar
mungkin mununggu apa yang hendak disampaikannya padaku. Sesaat kemudian ia
mengajakku pindah duduk ke beranda rumahnya. Aku menurut. Benar saja. Setelah
kami pindah, ia mulai mengajakku diskusi, lagi.
Musik, katanya,
kini sedang mengusik hatinya setelah pada kesempatan kemarin hari ia mengajakku
mendiskusikan syair. Meski entah apa yang membuat hatinya tertarik, aku
mencernanya dan mengiyakannya karena aku juga tertarik.
Musik sudah
menjadi bagian dalam segala aspek kehidupan masyarakat kita. Mulai dari sebagai
ekspresi hingga media propaganda akan suatu kepentingan. Dalam hal ini,
masyarakat kita sudah menjadi titik kulminasinya, yakni pasar dari berbagai
kepentingan. Sementara musik menjadi salah satu media penyampaian propaganda
tersebut. Padahal musik memiliki eksistensi dan nuansa estetis tersendiri.



