ISLAM DAN WAJAH YANG (RENTAN) TERTUKAR;
Sebuah Wacana Pengantar[1]
Oleh: Muhammad Mahrus[2]
Abstraksi
Membaca gerakan Islam
secara utuh, tentu saja membutuhkan energi yang tidak sedikit. Mengingat, Islam
sudah ada di penghujung pertengahan millennium yang kedua. Sementara,
perkembangan gerakan Islam sendiri selalu berjalan dinamis dan niscaya. Ke arah
mana? Tentu saja ke arah penghujung sejarah. Baik buruknya perubahan ini, akan
terjadi sebagaimana keniscayaan itu sendiri.
Rasulullah Saw., telah
menunaikan tugasnya sebagai manusia, Nabi, sekaligus Utusan Allah SWT. Melalui
riwayat-riwayat dan berbagai disiplin ilmu pengetahuan, kita telah belajar
banyak hal sehingga kita dapat pula menunaikan tugas kemanusiaan sebagaimana
yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Hanya saja, yang harus kita sadari,
bahwa kita hidup di zaman yang cukup jauh dari Rasulullah Saw. Baik dari aspek
sejarah, struktur sosial, dan struktur kebudayaan yang terpisah secara
teritorial. Di sisi lain, kita juga harus bersyukur karena kita masih bisa
menjadi bagian dari ummatnya yang terpilih dengan bimbingan dan arahan dari
para pendahulu kita yang saleh.



