11.5.14

NAMAKU LONTAR


Oleh: Muhammad Mahrus
 
-Satu-

Di sebuah dusun sederhana, tanpa pipa PAM dan listrik bertenaga surya, tanpa banyak polusi udara, tanpa pabrik-pabrik dan mini perumahan, tanpa perempuan dengan rok mini; di samping mushalla tanpa jendela tempat anak-anak bermain sambil menunggu maghrib, aku tinggal dengan sejarah. Isteriku, kurasa sudah cukup bahagia walau masih harus berjalan kaki untuk sekedar mengantar makanan ke kaki-kaki gunung Semeru. Tidak jauh, memang. Tapi juga tidak begitu dekat dari Semeru. Isteriku, perempuan yang kupinang dari daerah pegunungan sekitar Sindoro itu, seakan tiada lainnya.

10.5.14

MUHASABAH DALAM AL-QUR’AN

Oleh: Muhammad Mahrus
A.    Abstraksi
Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada nabi Muhammad Saw., dan disampaikan semenjak Nabi Muhammad Saw. diutus dan diangkat menjadi rasul. Sepeninggal Nabi, Al-Qur’an menjadi pegangan umat Islam yang sudah dihafalkan oleh para sahabat Nabi. Seterusnya dalam generasi tabi’in, tabi’it tabi’in Al-Qur’an tetap menjadi pengangan utama yang dilengkapi dengan hadits-hadits dari Nabi sendiri. Sementara itu, otentisitas dan orisinalitas Al-Qur’an telah dijaga oleh Allah sendiri meskipun telah terentang waktu  yang demikian panjang hingga hari kiamat nanti.

2.5.14

UNTITLED



Penulis yang baik

Adalah pembaca yang baik

Sepertinya, sudah hampir satu bulan saya tidak pernah membaca buku. Entah karena apa saya sendiri tidak tau. Hanya saja, dalam setahun terakhir ini, saya menyadari bahwa saya semakin jarang menyentuh koleksi buku di rak-rak. Sebagian dari buku-buku itu juga mulai berserakan di lantai kamar. Sebagian lagi, mungkin ada di kolong lemari. Hanya saja, semoga mereka tidak rusak sebelum  saya baca. Atau bisa jadi salah satu di antara mereka hilang tanpa saya sadari.

22.4.14

FENOMENOLOGI

Telaah Atas Metode Epistemologi Edmund Husserl[1]
Oleh: Muhammad Mahrus[2]

Abstraksi
Realitas adalah kenyataan yang sesungguhnya; hakikat; kaadaan sesuatu yang riil, atau benar-benar ada.[3] Dari yang genap hingga yang disebut-sebut sebagai realitas yang ganjil. Realitas, sebagaimana definisi tersebut, jamak terjadi tanpa diiringi dengan kesadaran subyek yang mengalami realitas tersebut. Sehingga, tinggallah realitas tersebut sebagai fenomena yang berlalu begitu saja. Sementara, setiap fenomena yang mewujud sebagai sebuah realitas semestinya mendapatkan penyikapan dari setiap subyek.

14.12.13

POLITIK MUSLIM DAN RUANG LINGKUPNYA


Sebuah wacana politik:
 dalam perspektif Islam, sejarah, (dan) kebudayaan
 demi terbentuknya tatanan masyarakat
yang mandiri; tidak terkesan indekost di rumah sendiri.

Pendahuluan

Sekarang makin lama makin sedikit kapal-kapal Jawa berlayar ke utara, ke Atas Angin, ke Campa ataupun ke Tiongkok. Arus kapal dari selatan semakin tipis. Sebaliknya arus dari utara semakin deras, membawa barang-barang baru, pikiran-pikiran baru, agama baru. Juga ke Tuban.