Oleh:
Muhammad Mahrus*
Dalam studi tentang kebudayaan lokal, yang
menginventarisir kebudayaan-kebudayaan yang ada sejak zaman pra Islam hingga
saat ini, masih terdapat persamaan nilai-nilai yang masih melekat pada sebagian
masyarakat. Meskipun di sisi lain, terdapat pula golongan-golongan yang
benar-benar menolak dengan keras terhadap kelompok-kelompok yang mempercayai
adanya statemen-statemen tersebut. Dengan adanya nilai-nilai yang masih terbawa
pada masyarakat (modern) ini, artikulasi terhadap kebudayaan yang berbasis
Islam pun pada akhirnya mencitrakan Islam sebagai apologi dan legitimasi bahwa
Islam adalah salah satu kebudayaan Indonesia; menjadi bagian dari elemen-elemen
yang membentuk peradaban Indonesia.



