20.8.15

RINDU SANG DARWISH PENGEMBARA

Pidato kebudayaan KH. Husein Muhammad:
RINDU SANG DARWISH PENGEMBARA*



الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِى مَلَاءَ قُلُوبَ أَوْلِيَآئِهِ بِمَحَبَّتِهِ. وَاخْتصَّ أَرْوَاحَهُمْ بِشُهُودِ عَظَمَتِهِ, وَهَيَّأَ أَسْرَارَهُمْ لِحَمْلِ أَعْبَآءِ مَعْرِفَتِهِ. فَقُلُوبُهُمْ فِى رَوْضَاتِ جَنَّاتِ مَعْرِفَتِه يُحْبَرُونَ. وَأَرْوَاحُهُمْ فِى مَلَكُوتِهِ يَتَنَزَّهُونَ. فَاسْتَخْرَجَتْ أَفْكَاُرهُمْ يَوَاقِيتَ الْعُلُومِ. وَنَطَقَتْ أَلْسِنَتُهُمْ بِجَوَاهِرِ الْحِكَمِ وَنَتَائِج الْفُهُومِ. فَسُبْحَانَ مَنِ اصْطَفَاهُمْ لِحَضْرَتِهِ, وَاخْتَصَّهُمْ بِمَحَبَّتِهِ. فَهُمْ بَيْنَ سَالِكٍ وَمَجْذُوبٍ , وَمُحِبٍّ وَمَحْبُوبٍ. أَفْنَاهُمْ فِى مَحَبَّةِ ذَاتِه. وَصَلَّى اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحَابَتِه.

كَيْفَ اَنْتَ تَحْتَ أَطْبَاقِ الثَّرَى يَا شَوْقِى ؟
وَكَيْفَ أَنْتَ فِى مَرْقَدِكَ يَا حَنِينِى؟
إِذَا غِبْتَ عَنِّى فَشَمَائِلُكَ مَلَآ رُوحِى .
وَإِذَا نَأَيْتَ عَنْ بَصَرِى
فَأَنْتَ أَمَامَ عَيْنِ بَصِيرَتِى.
وَلَئِنْ رَحَلْتَ
فَرُوحُكَ فِى نَفْسِى مُقِيمٌ "


Duhai rinduku
Bagaimana keadaanmu di bawah tumpukan lempung basah ini?
Bagaimana engkau di tempat istirahmu, duhai kangenku
Bilamanapun aku tak lagi bisa memandang wajahmu,
Seluruh keindahanmu memenuhi ruhku
Bilapun engkau telah jauh dari tatapan mataku
Aku melihatmu dengan mata jiwaku
Dan meski engkau telah pergi jauh
Ruhmu ada dalam palung jiwaku.

19.8.15

EPISTEMOLOGI SASTRA PESANTREN

EPISTEMOLOGI SASTRA PESANTREN;
Sebuah Kajian Awal[1]
Oleh: Muhammad Mahrus[2]

Abstraksi
Pada abad ke-16, telah terjadi sebuah gerakan keagamaan yang bertujuan untuk memperbarui Gereja Katolik di Eropa. Dari gerakan keagamaan tersebut, berdirilah Gereja Protestan di Roma. Rupanya, gerakan inilah yang kemudian menjadi penanda dari istilah reformasi.[3] Pergulatan ini juga menandai pertikaian antara dogma dengan sains secara umum sejak abad ke-14 sampai abad ke-17 di Eropa. Dalam pertikaian tersebut, tentu saja kemenangan ada di pihak sains. Dari pertikaian ini pula, lahirlah sebuah cara pandang modern sebagai bentuk kebalikan dari cara pandang abad pertengahan yang bermula di daratan Italia.[4] Dalam sejarahnya, era ini kemudian dikenal dengan renaisans.[5]