18.7.14

SURAT KEDUA


Bukan hal yang sederhana menulis surat buatmu. Untuk sekedar istirahat, yang sekedar meluangkan waktu untuk pergi sejenak.
Surat ini kutulis setelah kusampaikan isinya padamu. Jadi kau tak perlu membacanya. Tapi silakan saja jika kau ingin. Untuk sekedar mengisi masa lalumu. Di antara surat-surat yang belum sempat kutulis untukmu. Ada harapan yang tidak sederhana dalam setiap surat yang belum kutulis itu. Namun, ada baiknya barangkali jika kau tak mengetahuinya. Setidaknya, hanya aku yang harus berdamai dengan surat-surat itu.