Telaah Atas Metode Epistemologi Edmund Husserl[1]
Oleh: Muhammad Mahrus[2]
Abstraksi
Realitas adalah
kenyataan yang sesungguhnya; hakikat; kaadaan sesuatu yang riil, atau
benar-benar ada.[3]
Dari yang genap hingga yang disebut-sebut sebagai realitas yang ganjil.
Realitas, sebagaimana definisi tersebut, jamak terjadi tanpa diiringi dengan
kesadaran subyek yang mengalami realitas tersebut. Sehingga, tinggallah
realitas tersebut sebagai fenomena yang berlalu begitu saja. Sementara, setiap
fenomena yang mewujud sebagai sebuah realitas semestinya mendapatkan penyikapan
dari setiap subyek.



