12.1.13

AKSARA

: - f.a.
barangkali langitmu sedang mendung saat ini

dan percayalah, ada sudut
dimana langit sedang benar-benar cerah
seperti saat ini, ketika dirimu yang terluka
akan kulukis jingga dengan aksara

dan kita tiba di petang yang sama

Jogja, 7-1-13

DI KOTAMU

DI KOTAMU
:- f.a.

masih terasa desiran dingin malam itu
kala gerimis satu per satu usai
meresap dalam tanah
dan wajahmu gelisah

pada gerimis yang pulang itu, sayang
kau beri aku harapan
kala itu, di kotamu

Sapen, 14-12-11

5.1.13

THE JAVANESE MIND

Sebuah Telaah atas Pola Pikir dan Kisah Manusia Nusantara dalam Arus Balik[i]

Oleh: Muhammad Mahrus[ii]



“Ha! Mengantuk kalian terayun oleh keenakan-keenakan masa lalu. Kalian, orang-orang yang telah kehilangan harga diri dan tak punya cipta. Segala keenakan dan kebanggaan itu bukan hak kalian. Bahkan membiakkan pohon kelapa pun kalian tak mampu!”[iii]

Semacam Abstraksi
Kiranya, penggalan dialog dalam karya monumental Pramoedya Ananta Toer di atas merupakan salah satu narasi atas pengetahuan penulis terhadap pola pikir masyarakat Nusantara pada kurun waktu abad ke-16 (hingga sekarang). Ketika itu, masyarakat Nusantara sedang dalam situasi yang berat. Simbol kejayaan Nusantara hampir menjadi dongeng dan legenda semata. Bahkan tanpa ruh

1.1.13

GAGASAN SEKULERISASI NURCHOLISH MADJID

Sebuah Telaah atas Pemikiran Nurcholish Madjid[1]
Oleh: Muhammad Mahrus

      A.    Abstraksi
Pada awal mula kemerdekaan hingga permulaan orde baru, beberapa nama yang dikenal sebagai sarjana-sarjana muslim modernis (selain sebagai negarawan) telah memberikan cakrawala baru (yang juga disebut dengan neo-Modernisme) dalam jagat pemikiran Islam Indonesia. Beberapa gagasan mereka[2] yang paling popular antara lain adalah penetapan dan pengakuan terhadap Pancasila sebagai azas tunggal Negara Indonesia yang baru saja merdeka.
Karena, menurut Greg Barton, pada tahun-tahun tersebut isu-isu modernitas disebut-sebut sebagai cita-cita sosial bagi visi rezim orde baru di Indonesia. Kemudian adanya kebutuhan untuk belajar terhadap masa lalu kaitannya dengan sekterianisme dalam wilayah politik.